Niat dan Tata Cara Sholat Taubat Lengkap dengan Doa dan Waktu Pelaksanaannya

Niat dan Tata Cara Sholat Taubat Lengkap dengan Doa dan Waktu Pelaksanaannya
Ilustrasi.

Setiap manusia pasti pernah tergelincir dalam kesalahan. Hati yang berat karena dosa menumpuk adalah perasaan yang tidak asing bagi siapa pun.

Islam, sebagai agama yang penuh kasih, membuka jalan terang bagi setiap hamba yang ingin kembali kepada-Nya.

Sholat taubat adalah ibadah sunnah dua rakaat yang dilakukan seorang muslim sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Ibadah ini berpijak pada sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangkit dan bersuci, kemudian mengerjakan sholat, setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. Muslim).

Allah SWT pun secara langsung memerintahkan hambanya untuk bertaubat dalam Surah At-Tahrim ayat 8, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.”

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat sejatinya bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama tidak masuk ke dalam waktu-waktu yang dilarang.

Islam bahkan menganjurkan agar taubat tidak ditunda-tunda. Semakin cepat seseorang kembali kepada Allah setelah menyadari kesalahannya, semakin mencerminkan kesungguhan hatinya.

Waktu yang paling utama dan paling dianjurkan para ulama untuk melaksanakan tata cara sholat taubat adalah sepertiga malam terakhir, yakni beriringan dengan waktu sholat tahajud.Pada waktu inilah suasana hening malam membantu memperdalam kekhusyukan, sementara pintu ampunan Allah terbuka selebar-lebarnya bagi siapa yang datang dengan hati yang tulus.

Waktu Sholat Taubat yang Diharamkan

Meskipun sholat taubat tergolong ibadah sunnah yang fleksibel, terdapat beberapa rentang waktu yang para ulama sepakati sebagai waktu yang tidak dianjurkan untuk menunaikan sholat sunnah apa pun, termasuk sholat taubat.

Waktu-waktu tersebut adalah:

  • Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit dan mulai meninggi (sekitar 16 hingga 20 menit setelah terbit).
  • Saat matahari berada tepat di atas kepala atau di pertengahan hari, ketika posisinya tidak condong ke timur maupun ke barat.
  • Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam secara sempurna.

Namun, apabila seseorang baru menyadari dosanya dan ingin segera bertaubat justru di waktu-waktu tersebut, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya mengingat kebutuhan bertaubat bersifat mendesak.

Niat Sholat Taubat

Niat diucapkan di dalam hati sebagai bentuk kesadaran dan tekad. Namun untuk membantu kekhusyukan, boleh dilafalkan secara lisan dengan bacaan berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat-taubati rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat menunaikan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Taubat

Pelaksanaan tata cara sholat taubat pada dasarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkahnya secara lengkap:

  1. Bersuci (wudhu) dengan sempurna dan penuh kesadaran.
  2. Membaca niat sholat taubat di dalam hati, boleh juga dilafalkan.
  3. Takbiratul ihram.
  4. Membaca doa iftitah.
  5. Membaca Surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah pendek Al-Quran.
  6. Rukuk dengan tuma’ninah.
  7. I’tidal.
  8. Sujud pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  12. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek Al-Quran.
  13. Rukuk.
  14. I’tidal.
  15. Sujud pertama rakaat kedua.
  16. Duduk di antara dua sujud.
  17. Sujud kedua rakaat kedua.
  18. Duduk tasyahud akhir.
  19. Salam.
  20. Membaca istighfar dan doa taubat dengan sepenuh hati.

Doa Setelah Sholat Taubat

Selesai sholat, langkah berikutnya adalah memanjatkan doa dengan khusyuk. Awali dengan membaca istighfar:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal ‘azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Setelah istighfar, lanjutkan dengan doa taubat yang lebih panjang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجُزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى أُنَاصِحَكَ فِي التَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى أَخْلِصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحُسْنَ ظَنِّي بِكَ. سُبْحَانَ خَالِقِ نُورٍ

Allaahumma innii as-aluka taufiiqa ahlil hudaa wa a’maala ahlit taubati wa ‘azma ahlish shabri wa jidda ahlil khasyyati wa thalaba ahlir raghbati wa ta’abbuda ahlil wara’i wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hattaa akhaafaka. Allaahumma innii as-aluka makhaafatan tahjuzunii ‘an ma’aashiika hattaa a’mala bithaa’atika ‘amalan astahiqqu bihii ridhaaka hattaa unaashihaka fit taubati khaufan minka wa hattaa akhlisha lakon nashiihata hubban laka wa hattaa atawakkala ‘alaika fil umuuri kullihaa wa husna zhannii bika. Subhaana khaaliqi nuurin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu taufik orang-orang yang mendapat petunjuk, dan amal orang-orang yang bertaubat, serta tekad orang-orang yang sabar, kesungguhan orang-orang yang takut kepada-Mu, pencarian orang-orang yang cinta kepada-Mu, ibadah orang-orang yang menjauhi dosa, dan makrifat orang-orang berilmu hingga hamba benar-benar takut kepada-Mu. Ya Allah, hamba memohon rasa takut yang membentengi dari maksiat, hingga hamba menunaikan ketaatan yang berhak mendapat ridha-Mu, hingga hamba tulus bertaubat karena takut kepada-Mu, mengikhlaskan ketulusan karena cinta kepada-Mu, dan berserah diri dalam setiap urusan dengan baik sangka kepada-Mu. Maha Suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

Selain doa-doa di atas, seseorang juga boleh berdoa dengan bahasa sendiri sesuai dosa yang ingin diakui dan hajat yang ingin dipanjatkan kepada Allah SWT.

Syarat Sholat Taubat yang Diterima Allah

Taubat bukan sekadar ucapan di bibir. Para ulama menjelaskan bahwa taubat yang benar-benar diterima Allah haruslah memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Ikhlas semata karena Allah, bukan karena ingin terlihat baik di hadapan manusia.
  • Menyesali perbuatan dosa dengan sepenuh hati sebagai bentuk kesadaran sejati atas kesalahan yang telah diperbuat.
  • Berhenti total dari perbuatan dosa yang dilakukan, bukan sekadar berniat tanpa perubahan nyata.
  • Bertekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang.
  • Mengembalikan hak orang lain apabila dosa yang dilakukan menyangkut hak sesama manusia, seperti menyakiti atau mengambil sesuatu yang bukan miliknya, serta meminta maaf secara langsung.
  • Dilakukan sebelum ajal tiba, yaitu sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
  • Dilakukan sebelum tanda kiamat datang, khususnya sebelum matahari terbit dari arah barat.

Taubat yang memenuhi semua syarat ini mencerminkan kesungguhan seorang hamba untuk benar-benar kembali ke jalan Allah, bukan sekadar ibadah tanpa makna.

Sebab, pintu taubat Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang datang dengan hati yang jujur dan penuh harap.