Lailatul Qadar adalah malam paling istimewa sepanjang tahun yang selalu diburu oleh umat Muslim di seluruh dunia setiap Ramadan tiba.
Malam ini bukan sekadar malam biasa. Allah SWT menegaskan dalam surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar lebih mulia dibanding seribu bulan.
Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun ke bumi atas izin Allah untuk mengatur segala urusan hingga fajar menyingsing di ufuk timur.
Umat Muslim yang berhasil menghidupkan malam ini dengan ibadah tulus akan mendapat ampunan dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
Salah satu ibadah utama yang sangat dianjurkan pada malam mulia ini adalah sholat. Lalu, bagaimana tata cara sholat Lailatul Qadar yang benar?
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026?
Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar turun, karena hanya Allah SWT yang mengetahui waktunya yang tepat.
Namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umatnya bersungguh-sungguh mencari malam ini pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Lebih spesifik lagi, beliau mengarahkan pencarian pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadan sesuai hadits riwayat Bukhari.
Berdasarkan perhitungan awal Ramadan 1447 H yang dimulai pada 19 Februari 2026, berikut perkiraan malam Lailatul Qadar tahun ini:
- Malam ke-21 Ramadan: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam ke-23 Ramadan: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam ke-25 Ramadan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam ke-27 Ramadan: Senin malam, 16 Maret 2026
- Malam ke-29 Ramadan: Rabu malam, 18 Maret 2026
Malam ke-27 Ramadan secara umum diyakini banyak ulama sebagai malam yang paling kuat kemungkinannya sebagai Lailatul Qadar berdasarkan berbagai riwayat.
Jam Pelaksanaan Sholat Lailatul Qadar
Sholat Lailatul Qadar dapat dikerjakan sejak selesai sholat Isya hingga sebelum masuknya waktu sholat Subuh pada malam-malam tersebut.
Namun terdapat waktu yang lebih utama dibanding lainnya, yakni sepertiga malam terakhir karena Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu itu.
Rasulullah SAW bersabda bahwa di sepertiga malam terakhir, Allah berfirman siapa yang berdoa akan dikabulkan dan siapa yang meminta ampun akan diampuni.
Berikut pembagian waktu malam beserta kisaran jamnya yang bisa dijadikan panduan pelaksanaan sholat:
- Sepertiga malam pertama: sekitar pukul 19.00 hingga 22.00
- Sepertiga malam kedua: sekitar pukul 22.00 hingga 01.00
- Sepertiga malam ketiga: sekitar pukul 01.00 hingga masuk waktu Subuh
Berdasarkan pembagian di atas, waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Lailatul Qadar adalah antara pukul 01.00 hingga menjelang Subuh sekitar pukul 04.30.
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar
Perlu diketahui bahwa tidak ada sholat khusus yang secara spesifik diperintahkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan pada malam Lailatul Qadar.
Kaum muslimin dianjurkan memperbanyak sholat sunnah pada malam tersebut, seperti tahajud, tarawih, witir, maupun sholat sunnah mutlak sesuai kemampuan.
Namun dalam kitab Durratun Nasihin, disebutkan anjuran sholat sunnah khusus Lailatul Qadar dua rakaat dengan bacaan tertentu yang memiliki keutamaan besar.
Berikut tata cara sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat yang dapat diamalkan:
Rakaat Pertama:
- Berdiri tegak menghadap kiblat, lalu ucapkan niat dalam hati: Ushalli sunnatan fi lailatul qadri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala (Saya niat sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta’ala)
- Takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali
- Rukuk dengan tuma’ninah
- Iktidal dengan tuma’ninah
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud awal
- Bangkit menuju rakaat kedua
Rakaat Kedua:
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 7 kali
- Rukuk dengan tuma’ninah
- Iktidal dengan tuma’ninah
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam ke kanan lalu ke kiri
Setelah Salam:
Selesai sholat, dianjurkan membaca istighfar berikut sebanyak 70 kali: Astaghfirullaha wa atubu ilayhi (Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya).
Amalan Pendukung di Malam Lailatul Qadar
Selain sholat, terdapat beberapa amalan lain yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Lailatul Qadar agar ibadah semakin sempurna.
- Iktikaf: Berdiam diri di masjid sambil fokus beribadah sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW setiap sepuluh malam terakhir Ramadan tiba
- Tilawah Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan, mengikuti tradisi Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril setiap Ramadan
- Memperbanyak doa: Para ulama menyatakan bahwa memperbanyak doa lebih utama pada malam ini dibanding amalan-amalan lain yang tidak disertai doa
- Membaca istighfar: Khususnya sayyidul istighfar pada waktu sahur sebagai bentuk permohonan ampun yang paling agung kepada Allah SWT
- Bersedekah: Rasulullah SAW menyebut sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadan, maka malam Lailatul Qadar menjadi waktu terbaik bersedekah
Doa Lailatul Qadar
Doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca saat Lailatul Qadar adalah doa permohonan ampun yang diajarkan langsung kepada Aisyah RA.
Ketika Aisyah RA bertanya apa yang harus dibaca bila bertemu Lailatul Qadar, Rasulullah SAW menjawab dengan mengajarkan doa yang sangat ringkas namun sarat makna.
Berikut doa Lailatul Qadar sesuai ajaran Rasulullah SAW berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi yang dapat dibaca berulang kali pada malam tersebut:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf yang Maha Pemurah, Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa ini bisa dibaca sendirian dengan lafaz ‘annī, sedangkan bila dibaca secara berjamaah cukup ubah menjadi ‘annā yang berarti “maafkanlah kami”.
Rasulullah SAW tidak menganjurkan doa yang panjang dan rumit, melainkan doa yang tulus dan diulang-ulang dengan penuh kekhusyukan dan harapan kepada Allah.








