Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Lengkap dengan Latin dan Artinya

Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-1 Sampai 30 dalam Kitab Durratun Nasihin
Ilustrasi.

Setelah sholat tarawih dan witir umat muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan doa. Momen ini menjadi ruang hening untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan. Ibadah malam seperti tarawih dan witir menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tarawih berstatus sunnah muakkad dan biasa dikerjakan usai Isya hingga menjelang sahur. Pelaksanaannya bisa berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.

Witir menjadi penutup rangkaian sholat malam dengan jumlah rakaat ganjil. Rasulullah SAW mencontohkan witir sebagai ibadah yang dijaga sepanjang hidupnya.

Membaca Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir merupakan amalan yang hidup di tengah masyarakat muslim. Doa ini berisi harapan akan iman yang kuat dan akhir yang baik.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Lengkap dengan Latin dan Artinya

Setelah sholat tarawih dan witir, umat Muslim dianjurkan untuk tetap duduk sejenak dan memanjatkan doa.

Momen tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bulan Ramadhan menjadi waktu paling istimewa untuk memperbanyak ibadah, termasuk doa setelah sholat tarawih dan witir.

Kedua sholat ini saling melengkapi, tarawih sebagai ibadah utama malam Ramadhan, dan witir sebagai penutup yang penuh makna.

Bacaan doa yang dipanjatkan bukan hanya permohonan pribadi, tetapi juga ungkapan syukur dan harapan kepada Sang Pencipta.

Membiasakan diri membaca doa usai sholat malam akan memperkuat ikatan spiritual seorang Muslim dengan Allah SWT.

Doa Setelah Sholat Tarawih

Sholat tarawih dapat dikerjakan sejak usai sholat Isya hingga menjelang waktu sahur tiba setiap malamnya.

Jumlah rakaatnya bersifat fleksibel, yang terpenting adalah kehadiran hati dan kekhusyukan dalam setiap gerakannya.

Usai menunaikan sholat tarawih, dianjurkan untuk membaca doa berikut ini bersumber dari NU Online:

Bacaan Arab:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan Latin:

Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na’mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang imannya sempurna, yang menunaikan seluruh kewajiban agama, yang senantiasa menjaga sholat, yang rajin menunaikan zakat, yang selalu mencari ridha-Mu, yang mengharapkan pengampunan-Mu, yang teguh berpegang pada petunjuk-Mu, yang menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, yang tidak terbuai oleh gemerlapnya dunia, yang merindu kehidupan akhirat, yang lapang menerima segala ketetapan-Mu, yang pandai mensyukuri setiap nikmat, yang sabar menghadapi ujian dan cobaan, yang kelak berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kebangkitan, yang diberi kesempatan minum dari telaga beliau, yang diizinkan masuk ke dalam surga, yang terselamatkan dari panasnya api neraka, yang duduk di singgasana kemuliaan, yang bersanding dengan para bidadari, yang mengenakan sutra halus dan sutra tebal serta kain mewah, yang menyantap hidangan surga, yang meminum susu dan madu jernih dari piala dan cangkir yang mengalir jernih, bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh yang Engkau muliakan, sebaik-baik mereka adalah teman sejati. Itulah anugerah agung dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, masukkanlah kami pada malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini ke dalam golongan hamba-hamba yang beruntung dan diterima amalnya, janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan yang merugi dan tertolak amalnya. Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah untuk junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya. Berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling pengasih dari semua yang pengasih. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.”

Doa Setelah Sholat Witir

Sholat witir adalah penutup rangkaian sholat malam yang dikerjakan dengan bilangan rakaat ganjil setiap harinya.

Berdasarkan hadits riwayat Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan lebih dari sebelas rakaat.

Setelah salam witir, sangat dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa berdiri dan segera membaca wirid serta doa berikut.

Berikut susunan lengkap bacaan doa setelah sholat witir sebagaimana dirujuk dari NU Online dan kitab Nihayatuz Zain:

  1. Membaca syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāh.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.”

  1. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Astaghfirullāh.

Artinya: “Aku memohon ampunan Allah.”

  1. Membaca permohonan ridha dan surga Allah

أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Latin: Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a’ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Artinya: “Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku pun berlindung kepada rahmat-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

  1. Ulangi bacaan poin 1 hingga 3 sebanyak tiga kali.
  2. Membaca tasbih sebanyak tiga kali

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Latin: Subhānal malikil quddūs.

Artinya: “Mahasuci Tuhan Yang Maha Kudus.” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

  1. Membaca pujian kesucian

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Latin: Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

Artinya: “Maha Suci lagi Maha Kudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril.” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni)

  1. Membaca pujian atas luasnya ampunan Allah sebanyak tiga kali

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annī.

Artinya: “Tuhanku, Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”

  1. Membaca pujian atas kasih sayang Allah SWT

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

Artinya: “Wahai Zat Yang Maha Pemurah, aku memohon melalui rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap yang penyayang.”

  1. Membaca permohonan ampunan dan keselamatan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Latin: Allāhumma inī a’ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu’āfātika min ‘uqūbatika. Wa a’ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

Artinya: “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu, kepada keselamatan-Mu dari siksa-Mu, dan kepada-Mu dari amarah-Mu. Aku tidak sanggup menghitung pujian kepada-Mu sebanyak Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

  1. Melanjutkan dengan doa-doa sholat pada umumnya.
  2. Membaca doa sholat witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Latin: Subhānal malikil quddūs, Subhānal malikil quddūs, Subhānal malikil quddūs.

Artinya: “Mahasuci Allah Raja Yang Maha Suci,” dibaca tiga kali, dan pada pengucapan ketiga Nabi SAW mengangkat serta memanjangkan suaranya. (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Dilanjutkan dengan:

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ، أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اللهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang tulus, amal yang saleh, agama yang lurus, dan kebaikan yang berlimpah. Kami juga memohon ampunan, kesehatan yang sempurna, serta rasa syukur atas kesehatan itu. Kami memohon kecukupan tanpa harus bergantung kepada sesama. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah sholat, puasa, ibadah malam, kekhusyukan, kerendahan hati, dan segala bentuk pengabdian kami. Sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, wahai Zat yang paling pengasih dari semua yang pengasih. Semoga rahmat tercurah kepada makhluk terbaik-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.”

  1. Membaca surat Al-Fatihah.
  2. Menutup dengan doa pendek pilihan.
  3. Mengakhiri dengan niat puasa Ramadhan esok hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah SWT.”

Menjadikan doa sebagai bagian dari rutinitas seusai sholat malam adalah langkah nyata menuju hati yang lebih tenang dan kehidupan yang lebih berkah di bulan suci ini.