Bacaan Doa Qunut Tarawih Lengkap Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya

Bacaan Doa Qunut Tarawih Lengkap Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya
Ilustrasi.

Pada malam-malam tarawih tertentu, umat muslim dianjurkan membaca doa qunut saat melaksanakan salat witir. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dari hadis Nabi SAW.

Doa qunut tarawih sejatinya dibaca pada rakaat terakhir salat witir, bukan di tengah-tengah salat tarawih itu sendiri. Ini penting untuk dipahami agar tidak keliru.

Hukum membaca doa qunut adalah sunah, artinya boleh dikerjakan maupun ditinggalkan. Para sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali turut mengamalkan amalan mulia ini.

Qunut Sholat Tarawih Mulai Dibaca Malam ke Berapa?

Banyak umat Islam bertanya-tanya, sejak malam keberapa sebenarnya doa qunut mulai dibaca saat witir Ramadan? Jawabannya ada pada riwayat para ulama.

Berdasarkan hadis dari Ubay bin Ka’ab, qunut witir Ramadan dianjurkan dibaca pada separuh akhir bulan Ramadan, yakni sejak malam ke-16 hingga akhir Ramadan.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya soal ini dan menjawab dengan tegas bahwa qunut dimulai setelah berlalu 15 hari Ramadan, tepatnya pada malam ke-16 Ramadan.

Riwayat Imam Ibnu Abi Syaibah juga memperkuat hal ini. Umar bin Khattab memerintahkan Ubay bin Ka’ab berqunut saat mengimami salat di pertengahan akhir Ramadan, yakni malam ke-16.

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menegaskan bahwa pendapat paling kuat dalam mazhab Syafi’i adalah qunut dibaca pada separuh terakhir Ramadan, bukan seluruh bulan.

Penentuan malam ke-16 Ramadan 2026 bergantung pada kapan awal puasa dimulai. Perbedaan penetapan awal Ramadan membuat tanggal malam ke-16 juga bisa berbeda.

Jika awal puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, maka malam ke-16 Ramadan jatuh pada malam Jumat, 6 Maret 2026.

Sementara itu, bagi yang memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, maka malam ke-16 Ramadan jatuh pada malam Kamis, 5 Maret 2026.

Tata Cara Qunut Sholat Tarawih-Witir

Adapun posisi membaca doa qunut dilakukan saat i’tidal pada rakaat terakhir witir, yaitu setelah bangkit dari rukuk. Ada pula riwayat yang menyebutkan qunut dibaca sebelum rukuk.

Berdasarkan keterangan para ulama, waktu membaca doa qunut dalam witir dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Dibaca pada rakaat terakhir sholat witir setelah tarawih.
  • Biasanya dilakukan setelah berdiri dari rukuk pada posisi iktidal.
  • Beberapa riwayat juga menyebutkan boleh dibaca sebelum rukuk pada rakaat terakhir.
  • Amalan ini sering dilakukan mulai malam ke 16 Ramadan hingga akhir bulan.

Selain itu, sebagian ulama berpendapat bahwa membaca qunut sepanjang Ramadan juga diperbolehkan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa praktik ibadah tetap memiliki ruang kelonggaran selama memiliki dasar riwayat yang kuat.

Dalam pelaksanaannya, imam biasanya mengangkat kedua tangan ketika membaca doa qunut. Posisi telapak tangan diarahkan ke atas sebagai bentuk permohonan kepada Allah.

Bacaan Doa Qunut Tarawih

Berikut adalah bacaan doa qunut tarawih yang diajarkan langsung oleh Nabi SAW kepada cucunya, Hasan bin Ali, dan menjadi bacaan yang paling umum diamalkan hingga kini.

Bacaan Arab:

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan Latin:

Allâhummahdinâ fî man hadait, wa ‘âfinâ fî man ‘âfait, wa tawallanâ fî man tawallait, wa bârik lanâ fî mâ a’thait, wa qinâ syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya’izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta’âlait, fa lakal hamdu ‘alâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan kepada kami atas segala yang telah Engkau karuniakan. Selamatkanlah kami dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang dapat menentukan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, ya Rabb kami. Segala puji bagi-Mu atas segala yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, dan Al-Darimi dengan sanad yang dinilai shahih oleh para ulama hadis terkemuka.

Membaca doa qunut tarawih adalah bentuk kekhusyukan dan penghambaan yang indah. Semoga setiap bacaannya menjadi doa yang naik ke langit dan dikabulkan Allah SWT.