Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia sepanjang tahun yang dinantikan jutaan umat Islam di seluruh penjuru dunia setiap Ramadan tiba.
Malam ini bukan sekadar malam biasa. Keistimewaannya telah diabadikan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan diperkuat melalui sabda Rasulullah SAW.
Bagi yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan suci ini, memahami kapan malam Lailatul Qadar 2026 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk dipersiapkan.
Apa Itu Malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang menjadi penanda turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1 hingga 5 bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Jibril turun membawa ketenangan hingga terbitnya fajar.
Tafsir Al-Qur’an dari Kementerian Agama RI menegaskan bahwa ibadah pada malam ini nilainya melampaui ibadah selama seribu bulan penuh di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW pun memerintahkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari malam mulia ini, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Waktu Terjadinya Malam Lailatul Qadar
Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar akan hadir, karena hanya Allah SWT yang memiliki pengetahuan atas hal tersebut.
Namun, berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW mengarahkan umatnya mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Mengacu pada penetapan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026, berikut perkiraan malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar:
- Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026 malam
- Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026 malam
- Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026 malam
- Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026 malam
- Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026 malam
Rasulullah SAW sendiri menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW semakin giat beribadah pada periode ini melebihi malam-malam lainnya sepanjang tahun. Semangat itu bahkan menular hingga ke para istri beliau.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar menyimpan keutamaan luar biasa yang tidak akan dijumpai pada malam mana pun selain malam istimewa ini.
Pertama, ibadah pada malam ini nilainya setara bahkan melampaui ibadah selama seribu bulan berturut-turut, yakni sekitar 83 tahun lebih lamanya.
Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa angka seribu dalam ayat Al-Qadr bukan sekadar hitungan, melainkan ungkapan ketidakterbatasan nilai dan kemuliaan malam tersebut di sisi Allah SWT.
Kedua, pada malam ini para malaikat turun ke bumi membawa ketenangan, keberkahan, serta rahmat yang meliputi seluruh alam hingga fajar menyingsing di ufuk timur.
Ketiga, dosa-dosa masa lalu seorang hamba dapat diampuni oleh Allah SWT apabila ia menghidupkan malam ini dengan penuh keimanan dan keikhlasan semata karena-Nya.
Amalan Malam Lailatul Qadar
Para ulama dan hadits sahih menunjukkan sejumlah amalan terbaik yang dianjurkan untuk dilakukan saat malam Lailatul Qadar tiba.
- Shalat berjamaah Isya dan Subuh, karena Imam Syafi’i menyatakan siapa yang hadir pada kedua shalat itu berarti telah mengambil bagian dari malam Lailatul Qadar.
- Shalat malam atau tahajud, sebab Rasulullah SAW bersabda siapa yang mendirikan shalat malam pada Lailatul Qadar dengan penuh iman, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni Allah SWT.
- Itikaf di masjid, mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa berdiam di masjid selama sepuluh malam terakhir Ramadan hingga akhir hayatnya.
- Membaca doa Lailatul Qadar, yakni: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun yang menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
- Membaca sayyidul istigfar, terutama pada waktu sahur sebagai bentuk permohonan ampun yang paling utama kepada Allah SWT.
- Tilawah Al-Qur’an, mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu bertadarus bersama Jibril setiap malam Ramadan dengan penuh kekhusyukan.
- Bersedekah, karena sedekah di bulan Ramadan disebut Rasulullah SAW sebagai sebaik-baik sedekah yang paling utama nilainya.
Menurut Ibnu Rajab Al-Hambali, amalan paling sempurna pada malam Lailatul Qadar adalah menggabungkan shalat malam, tilawah Al-Qur’an, berdoa, dan tafakur secara bersamaan.
Tidak perlu menunggu kepastian tanggalnya. Hidupkan setiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan sungguh-sungguh agar peluang meraih Lailatul Qadar semakin terbuka lebar.








