Bacaan Doa Qunut Nazilah NU Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Doa Qunut Nazilah NU Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi.

Nahdlatul Ulama menginstruksikan warganya untuk menghidupkan kembali bacaan Doa Qunut Nazilah dalam setiap shalat fardhu. Seruan ini muncul setelah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan surat resmi yang meminta seluruh jaringan organisasi, mulai dari pengurus wilayah hingga takmir masjid dan pesantren, agar membaca doa tersebut secara bersama.

Instruksi ini tertuang dalam surat bernomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 yang diterbitkan pada 11 Ramadhan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 1 Maret 2026. Surat itu ditujukan kepada seluruh struktur NU di Indonesia.

Melalui seruan tersebut, warga Nahdliyin diajak memanjatkan doa kepada Allah SWT agar konflik yang terjadi tidak semakin meluas serta masyarakat sipil yang terdampak memperoleh perlindungan.

Bagi umat Islam, Doa Qunut Nazilah merupakan bentuk ikhtiar spiritual ketika dunia menghadapi musibah besar. Doa ini menjadi sarana memohon pertolongan Allah agar kesulitan yang menimpa umat segera diangkat.

Tradisi membaca qunut nazilah telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW. Doa ini biasanya dibaca ketika umat Islam mengalami keadaan darurat, baik berupa peperangan, bencana, maupun kesulitan besar.

Apa itu Doa Qunut Nazilah?

Doa Qunut Nazilah adalah doa khusus yang dibaca dalam shalat ketika umat Islam menghadapi musibah besar atau keadaan genting. Doa ini bertujuan memohon pertolongan serta perlindungan dari Allah SWT.

Istilah “nazilah” dalam bahasa Arab merujuk pada peristiwa berat yang menimpa umat manusia. Karena itu, doa ini sering diamalkan ketika terjadi perang, bencana alam, atau kondisi yang mengancam keselamatan masyarakat.

Sejumlah hadits menjelaskan praktik ini pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Nabi membaca qunut selama satu bulan ketika para sahabat terbunuh di Bi’ru Ma’unah.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa doa memiliki peran penting sebagai bentuk permohonan kepada Allah ketika umat menghadapi kesulitan besar. Tradisi itu kemudian diteruskan oleh para ulama hingga sekarang.

Imam an Nawawi dalam penjelasannya mengenai hadits Muslim menyebutkan bahwa qunut nazilah dapat dilakukan pada setiap shalat fardhu saat umat Islam sedang dilanda musibah atau ancaman serius.

Karena itulah banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan doa ini secara berjamaah ketika terjadi krisis kemanusiaan atau konflik yang menimbulkan penderitaan luas.

Doa Qunut Nazilah

Berikut bacaan Doa Qunut Nazilah sebagaimana tercantum dalam instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Doa ini dapat dibaca setelah bangkit dari rukuk pada rakaat terakhir shalat fardhu.

Teks Arab

اَللّٰهُمَّ الْعَنِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ، وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ.
اَللّٰهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ.
اَللّٰهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَاتِهِمْ، اَللّٰهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، اَللّٰهُمَّ مَزِّقْ جَمْعَهُمْ، اَللّٰهُمَّ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin

Allāhummal‘anil kafaratal ladzīna yashuddūna ‘an sabīlik, wa yukadzdzibūna rusulak, wa yuqātilūna awliyā’ak.

Allāhummasydud waṭ’atak ‘alaihim, waj‘al ‘alaihim rijzaka wa ‘adzābak.

Allāhumma khālif baina kalimātihim. Allāhumma syattit syamlahum. Allāhumma mazziq jam‘ahum. Allāhumma zalzil aqdāmahum. Wa anzil bihim ba’sakalladzī lā turaddu ‘anil qawmil mujrimīn.

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya

Ya Allah, timpakanlah hukuman kepada orang orang yang menghalangi manusia dari jalan Mu, mendustakan para rasul Mu, serta memerangi para kekasih Mu.

Ya Allah, kuatkanlah tekanan Mu atas mereka dan turunkanlah siksa serta azab Mu kepada mereka.

Ya Allah, pecah belahkan persatuan mereka, hancurkan kekuatan mereka, goyahkan langkah mereka, dan turunkanlah kekuatan Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum yang berbuat kejahatan.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga, serta para sahabat beliau.

Kapan Doa Qunut Nazilah Dibaca?

Qunut nazilah tidak dibaca setiap waktu. Doa ini diamalkan ketika umat Islam menghadapi keadaan yang dianggap darurat atau menimbulkan penderitaan luas.

Beberapa kondisi yang sering menjadi alasan dibacakannya qunut nazilah antara lain ketika terjadi peperangan, bencana alam, wabah penyakit, maupun krisis kemanusiaan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberikan ketentuan khusus mengenai waktu pembacaan doa ini agar dapat diamalkan secara seragam di lingkungan NU.

Ketentuan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Doa Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu.
  • Bacaan tersebut juga dilakukan pada shalat Jumat.
  • Qunut Nazilah tidak didahului oleh doa qunut subuh.
  • Pada shalat Subuh, doa ini dibaca setelah qunut Subuh selesai.

Aturan tersebut dimaksudkan agar jamaah dapat membaca doa secara tertib dan seragam di masjid serta mushala yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Tata Cara Membaca Doa Qunut Nazilah

Pelaksanaan qunut nazilah memiliki tata cara tertentu agar sesuai dengan praktik yang diajarkan para ulama. Berikut langkah langkah yang umum dilakukan dalam membaca doa tersebut.

  • Doa dibaca pada rakaat terakhir shalat fardhu setelah bangkit dari rukuk.
  • Imam biasanya membaca doa dengan suara keras agar diikuti oleh jamaah.
  • Jamaah dapat mengamini doa yang dibaca oleh imam.
  • Kedua tangan diangkat sebagaimana ketika berdoa.
  • Setelah doa selesai, shalat dilanjutkan hingga salam.

Para ulama berbeda pendapat mengenai posisi tangan saat membaca qunut. Sebagian ulama menganjurkan mengangkat tangan kemudian mengusap wajah setelah doa selesai.

Sebagian ulama lain berpendapat tangan cukup diangkat tanpa mengusap wajah. Ada pula yang tidak mewajibkan keduanya. Meski berbeda pandangan, seluruh pendapat tersebut tetap berada dalam koridor fiqh yang sama.

Melalui pembacaan Doa Qunut Nazilah, umat Islam diajak untuk memohon perlindungan Allah sekaligus memperkuat rasa kepedulian terhadap penderitaan yang dialami saudara sesama manusia.