Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Ini Rincian Tanggal dan Amalannya

Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Ini Rincian Tanggal dan Amalannya
Ilustrasi.

Ramadhan selalu membawa nuansa yang berbeda. Setiap harinya menyimpan makna, dan salah satu momen paling istimewa adalah malam Nuzulul Quran.

Umat Islam di seluruh penjuru dunia menantikan malam ini sebagai pengingat akan peristiwa agung dalam sejarah peradaban manusia.

Bagi banyak orang, malam ini bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah dan merenungi makna kitab suci.

Lalu, kapan malam Nuzulul Quran 2026 tiba? Dan apa saja amalan yang sebaiknya dilakukan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu Nuzulul Quran?

Nuzulul Quran secara bahasa berakar dari kata “Quran” yang berarti bacaan. Secara istilah, ia merujuk pada proses dan fase turunnya Al-Quran dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

Para ulama tafsir, khususnya Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Quran berlangsung dalam dua tahap yang berbeda namun saling melengkapi.

Tahap pertama, Allah menurunkan Al-Quran secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia. Peristiwa inilah yang terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Tahap kedua, Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Proses bertahap ini bukan tanpa hikmah. Setiap ayat turun sesuai kebutuhan dan kondisi umat, mengajarkan kesabaran sekaligus memperkuat hati Rasulullah SAW dalam mengemban risalah.

Wahyu pertama turun saat Rasulullah SAW berusia 40 tahun, ketika beliau sedang berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur. Saat itulah Malaikat Jibril datang membawa lima ayat pertama Surah Al-Alaq.

Ayat pertama itu berbunyi “Iqra'”, yang berarti “bacalah.” Sebuah perintah yang seolah menjadi fondasi seluruh peradaban Islam hingga hari ini.

Kapan Malam Nuzulul Quran 2026?

Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan dalam kalender Hijriah. Penetapan tanggal ini memiliki dasar keilmuan yang kuat, bukan sekadar tradisi semata.

Imam Ibnu Katsir menafsirkan QS. Al-Anfal ayat 41 yang menyebut “Yaumul Furqan” sebagai hari Perang Badar Al-Kubra. Perang itu terjadi tepat pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah.

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW memiliki kesamaan tanggal dengan peristiwa bersejarah Perang Badar tersebut.

Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI, 17 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Perlu diketahui, dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak waktu Maghrib. Sehingga malam Nuzulul Quran sudah dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.

Berikut rincian jadwalnya:

  • Malam Nuzulul Quran 2026 dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026, sejak waktu Maghrib tiba.
  • Nuzulul Quran 2026 berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, hingga waktu Maghrib.

Jadi, jika ingin menghidupkan malam Nuzulul Quran dengan berbagai ibadah, mulailah sejak selepas Maghrib pada Jumat, 6 Maret 2026.

Amalan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah. Ada beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada malam istimewa ini.

1. Membaca Al-Quran

Tidak ada amalan yang lebih tepat di malam ini selain membaca Al-Quran itu sendiri. Ini adalah bentuk penghormatan paling tulus atas peristiwa turunnya kitab suci.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa pada malam Nuzulul Quran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW dan memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai ragam bacaan.

Al-Quran bukan sekadar teks yang dibaca. Ia adalah obat bagi jiwa, penenang hati, dan cahaya bagi siapa saja yang membukanya dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati.

Keutamaan membaca Al-Quran sangat banyak, di antaranya:

  1. Setiap huruf yang dibaca mendatangkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
  2. Pembaca Al-Quran akan mendapat syafaat di hari kiamat kelak.
  3. Malaikat turun memberikan rahmat dan perlindungan kepada pembacanya.
  4. Hati menjadi lebih tenang dan kehidupan terasa lebih terarah serta bermakna.
  5. Derajat seseorang terangkat di sisi Allah maupun di hadapan sesama manusia.

2. I’tikaf di Masjid

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.

Selama beri’tikaf, seorang muslim bisa mengisi waktunya dengan membaca Al-Quran, berdzikir, bertasbih, dan merenungi perjalanan hidupnya selama ini.

Berikut lafal niat i’tikaf yang dapat dibaca:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala.”

3. Shalat Malam

Shalat malam adalah salah satu ibadah yang paling dicintai Allah. Ia adalah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu lima waktu.

Shalat malam bisa berupa shalat sunnah setelah Isya, shalat Witir, shalat sunnah mutlak, hingga shalat Tahajud yang dikerjakan di sepertiga malam terakhir.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir dan menyeru, “Adakah hamba-Ku yang meminta, sehingga Aku berikan apa yang ia minta?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini adalah undangan langsung dari Allah. Maka malam Nuzulul Quran adalah waktu paling tepat untuk menyambut undangan itu dengan sepenuh hati.

4. Memperbanyak Doa

Berdoa adalah inti dari seluruh ibadah. Ia adalah percakapan paling jujur antara seorang hamba dengan Tuhannya, tanpa perantara dan tanpa jarak.

Pada malam Nuzulul Quran, perbanyaklah doa untuk diri sendiri, keluarga, dan sesama. Jadikan momen ini sebagai waktu untuk memohon ampunan, keberkahan, serta petunjuk Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Doa Malam Nuzulul Quran

Tidak ada doa khusus yang secara tekstual ditetapkan untuk malam Nuzulul Quran. Namun umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, shalawat, dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan di malam-malam istimewa Ramadhan adalah doa yang diajarkan Nabi kepada Aisyah RA:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih).

Doa ini sederhana, namun maknanya sangat dalam. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama beribadah bukan sekadar meminta, melainkan juga memohon ampun dan kembali bersih di hadapan Allah.

Jadikan malam Nuzulul Quran 2026 ini sebagai titik balik. Bukan sekadar malam yang dilewati, tetapi malam yang benar-benar dihidupkan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan cinta kepada Al-Quran.